Jumat, 11 November 2016

Konsep komunikasi Efektif di TK



KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
KONSEP KOMUNIKASI EFEKTIF DI TK

1.      Pengertian Komunikasi
  Secara etimologis komunikasi berasal dari bahasa latin yaitu cum, sebuah kata depan yang artinya dengan,atau bersama dengan,dan kata units,sebuah kata bilangan yang berarti satu.Dua kata tersebut membentuk kata benda comunio.yang dalam bahasa inggris disebut dengan communion,yang berarti kebersamaan, persatuan, persekutuan gabungan, pergaulan, atau hubungan karena untuk bercommunio diperlukan adanya usaha kerja, maka kata itu di buat kata kerja communicate yang berarti membagi sesuatu dengan seseorang.
Pengertian komunikasi secara terminologis adalah”Proses pengiriman dan penerimaan pesan antara dua orang atau diantara sekelompok kecil orang-orang, dengan beberapa elemen dan umpan balik Effendy (2003:60).Dalam kamus besar bahasa indonesia, komunikasi diartikan sebagai pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan dimaksud dapat dipahami.

2.      Unsur-unsur komunikasi
Mengartikan unsur sebagai bagian bagian penting dalam satu hal, sedangakan komponen atau elemen berarti bagian yang merupakan seutuhmya. Jadi yang di maksud dengan komponen atau unsur ialah bagian dari keseluruhan dalam sesuatu hal.

3.      Tujuan dan Fungsi komunikasi
Tujuan dari komunikasi tersebut diantaranya:
a.Untuk menyampaikan informasi
b.Untuk menjalin Hubungan sosial yang harmonis
c.Menjalin kerja sama

Adapun fungsi komunikasi adalah sebagai berikut:
a. Menyampaikan informasi
b. Mendididk
c. Menghibur
d. Mempengaruh

4.      Jenis Komunikasi
Secara umum jenis komunikasi itu ada dua, yaitu: komunikasi verbal (lisan) dan komunikasi non verbal (ekpresi wajah, isyarat, gerak tubuh, gambar atau symbol, dan tulisan).

5.      Bentuk Komunikasi

6.      Proses Komunikasi
a.Komunikasi sebagai tindakan satu arah
b.Komunikasi sebagai interaksi
c.komunikasi sebagai transaksi

7.      Membangun komunikasi efektif
Komunikasi yang efektif dapat diartikan sebagai penerimaan pesan oleh komunikator.
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2

KOMUNIKASI GURU DENGAN PESERTA DIDIK ANAK USIA DINI

1.      Konsep Komunikasi Guru dan Peserta Didik
Komunikasi antara guru dengan peserta didik atau dari peserta didik adalah proses penyampaian pesan dari guru terhadap peserta didik atau dari peserta didik terhadap guru sehingga penerima pesan tersebut mengerti, memehami dan menanggapinya dengan baik sesuai dengan yang di harapkan.

2.      Strategi Komunikasi Antara guru dengan anak usia dini
Strategi komunikasi merupakan rencana yang disusun dan ditetapkan utuk mencapai tujuan dari komunikasi. Tujuan dari komunikasi adalah agar pesan yang disampaikan oleh guru  dapat diterima dan difahami oleh anak.

3.      Bentuk Pengembangan komunikasi Guru dan Peserta Didik
Komunikasi efektif, empatik, dan santun bisa direncanakan dalam bentuk kegiatan secara terprogram dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan anak secara individual, kelompok, dan atau klasikal di dalam maupun di luar kelas.
Bentuk kegiatan secara terprogram, tidak hanya beriontasi pada pemenuhan kebutuhan anak yang terkait dalam program pengembangan, melainkan juga penerimaan anak  terhadap program yang dikembangkan.
4.      Komunikasi guru dan Peserta Didik dalam Pembelajaran di TK
a. Model pembelajaran di TK
b. Pendekatan dalam pembelajaran
c. Metode pembelajaran di TK
    1) Metode bermain
    2) Metode karya wisata
    3) Metode bercerita
    4) Metode bercakap-cakap
    5) Metode tanya jawab
    6) Metode pemberian tugas
    7) Metode proyek
    8) Metode eksperimen
    9) Metode demonstrsi
   10) Metode sosiodrama atau bermain peran
   11) Metode keteladanan


 












KEGIATAN PEMBELAJARAN 3
KOMUNIKASI GURU DAN ORANG  TUA

1.      Pentingnya komunikasi guru dan orang tua
Pada umumny komunikasi antara sekolah dengan orang tua/wali merupakan salah satu realisasi dari akuntabilitas sekolah. Jika guru gagal dalam menjaga komunikasi dengan orang tua tentang kemajuan anak mereka di sekolah, maka kita akan kehilangan kesempatan untuk membuat jembatan komunikasi antara orang tua dan guru terutama untuk memastikan bahwa anak belajar secara efektif dan mendapatkan yang terbaik bagi pertumbuhan dan perkembangan pribadi/karakter mereka.

2.      Hakikat komunikasi guru dan orang tua
Komunikasi antara guru dengan orang tua perlu dijalin secara terus menerus secara berkesinambungan agar tujuan pendidikan bisa tercapai. Pada hakikatnya guru dan orang tua dalam pendidikan yang mempunyai tujuan yang sama, yakni mengasuh, mendidik, membimbing, membina, serta meminpin anak nya menjadi orang dewasa dan dapat memperoleh kebahagian hidupnya dalam arti seluas-luasnya.

3.      Komunikasi efektif guru dengan orang tua
Untuk membangun komunikasi efektif dengan orang tua:
1)      Memberikan pertanyaan untuk membantu mengklafikasi apa yg orng tua katakan
2)      Jangan berasumsi bahwa anada telah mengerti,ringkas dan tunggu konfirmasinya
3)      Ingat, pahami informasi yang tidak berarti
4)      Memiliki keinginan untuk mendiskusikan pandangan yang berbeda
5)      Penting memahami pespektif lain
6)      Terbuka untuk berkompromi
7)      Menjauhi penilain, pengambilan keputusan,dan tidak buru-buru



 
















KEGIATAN PEMBELAJARAN 4
MERANCANG KEGIATAN PENGEMBANGAN NILAI MORAL DAN AGAMA

Program pengembangan nilai agama dan moral merupakan salah satu muatan kurikulum pendidikan anak usia dini. Program tersebut mencakup perwujudan untuk mengembangkan prilaku baik yang bersumber nilai agama dan moral serta bersumber dari kehidupan bermasyarakat dalam kontek bermain.
Sifat-sifat pemahaman anak taman kanak-kanak pada nilai-nilai agama pada saat mengikuti belajar mengajar:
1)      Unreflectif sering menampilkan hal yang tidak serius,disebabkan tidak mampu memahami konsep agama mendalam
2)      Egosentris terkadang belum mampu bersikap bertindak konsisten
3)      Misunderstand anak akan mengalami salah pengertian dalam memahami suatu ajaran agama yang banya\k bersifat abstrak
4)      Verbalis dan ritualis untuk mengembangkan nilai agama pada diri mereka dengan cara memperkenalkanistilah, bacaan, dan ungkapan yang bersifat agamis
5)      Imitatif  dari apa yang mereka lihat secara langsung.mereka banyak meniru
Pengertian moral, menurut suseno (1998) adalah ukuran baik buruknya seseorang, baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat dan warga negara. Sedangkan pendidikan moral adalah pendidikan untuk menjadikan anak manusia bermoral dan manusiawi. Sedangkan menurut Ouska dan Whellan (1997) moral adalah prinsif baik-buruk yang ada dan dalam diri individu seseorang. Dengan demikian , hasil pembentukan sikap karakter anak pun dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu konsep moral, sikap moral, dan perilaku moral. Orientasi moral position atau ketepatan hati, yaitu sesuatu yang dimiliki seseorang terhadap suatu nilai moral yang didasari oleh cognitive motivation asfect dan affective motivation aspects.
Menurut Jhon dewey, tahapan perkembangan moral seseorang akan melewati 3 (tiga) fase, yaitu premoral, conventiontal dan autonomous. Seseorang guru taman kanak-kanak harus memperhatikan tahapan heteronomous karena pada tahapana ini anak masih sangat labil, mudah terbawa arus, Dan mudah terpengaruh.
Metode adalah cara yang teratur yang digunakan untuk melaksanakn suatu pekerjaan agar tercapai hasil baik seperti yang di kehendaki (badudu-zain:1996:896). Dengan demi kian metode berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan.
Ruang lingkup pengembangan nilai agama dan moral yang tercantum pada peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 137 tahun 2014 tentang standar  tingkat pencapaian perkembangan anak (STPPA)




KEGIATAN PEMBELAJARAN 5
MERANCANG KEGIATAN PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL

Perkembangan sosial anak berarti perolehan kemampuan berperilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial. Kemampuan anak menyesuaikan diri dalam lingkungan TK memerlukan tiga proses yaitu : 1) belajar berperilaku yang dapat diterima secara sosial, 2) memerankan peran sosial yang dapat diterima, 3) perkembangan sosial untuk bergaul dengan baik.
Keterampilan-keterampilan sosial yang harus dimiliki anak TK adalah:
A.     Kemampuan dalam menjalani hubungan dengan orang lain
B.     Kemampuan melakukan kegiatan bermain dan menggunakan waktu luang
C.     Kemampuan anak mengatasi situasi sosial yang dihadapi
Beberapa metode pengembangan sosial yang dapat dilakukan guru TK antara lain;
A.     Pengelompokan anak
B.     Modeling dan imitating
C.     Belajar berbagi
Pengertian perkembangan emosional anak TK,emosi merupakan aplikasi energi dari berpikir dan bertindak (Goleman, 1995:154). Kebahagian, marah, takut, cemas, dan respon emosi lainnya merupakan perbuatan yang dilakukan anak-anak akibat ketidak puasan atau kepuasan terhadap hidupnya.
Dalam proses perkembangan emosi anak usia TK, guru dapat melakukan beberapa metode pembelajaran sebagai berikut (Nugraha, 2008:13)
1)      Bernyanyi dan bermain musik
2)      Bermain peran
3)      Permainan hand puppet (boneka tangan)
4)      Latihan relaksasi dan meditasi dengan musik
5)      Bercerita
Pengertian emosional melalui kegiatan spontan, Pembelajaran bersifat konstektual dan dinamis, apabila jika sasaran pembelajaran adalah anak TK. Karakteristik anak yang masih rendah konsentrasinya, Bersifat spontan, egosentris, dan masih labil emosi, serta masih terbatas keterampilan sosialnya akan menjadikan pembelajaran mereka menjadi sangat tinggi dinamikanya.
Tujuan dari kegiatan spontan adalah untuk lebih meningkatkan apresiasi anak terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam bidang pengembangan emosional karena disajiakn dengan kejadian sangat nyata dan dinikmati oleh anak.



KEGIATAN PEMBELAJARAN 1

Pengertian Brewer dalam Patmonodewo (2003:113) penilaian adalah penggunaan sistem evaluasi yang bersifat komprehensif (menyeluruh) untuk menentukan kualitas dari suatu program atau kemajuan dari seseorang anak meliputi perkembangan nilai agama dan moral , fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, dan perkembangan seni. Permendikbud RI  Nomor 146 Tahun 2014 tentang kurikulum 2013 pendidikan anak usia dini menyatakan bahwa penilaian merupakan proses pengumpulan dan pengolaan informasi untuk mengukur capaian kegiatan belajar anak.
Penilaian tidak hanya mengukur apa yang diketahui oleh anak, tetapi lebih menekankan mengukur apa yang dapat dilakukan oleh anak.
Penilaian autentik didefinisikan sebagai proses evaluasi untuk mengukur kinerja, p;restasi, motivasi, dan sikap-sikap anak pada aktifitas yang relevan dalam pembelajaran.
Prinsip Penilaian di TK permendikbud No. 146 kurikulum PAUD lampiran V menyatakan bahwa penilaian proses dan hasil belajar anak di PAUD berdasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut.
a.       Mendidik
b.      Berkesinambungan
c.       Objektif
d.      Akuntabel
e.       Transparan
f.       Sistematis
g.       Menyeluruh
h.      Bermakna
Manfaat Penilaian di TK, Penilaian di TK bermanfaat untuk mengetahui tingkat perkembangan anak yang di capai selama proses belajar dilakukan, apakah seluruh aspek perkembangan anak berkembang dengan baik atau tidak, guna untuk mencapai tujuan pembelajaran dan pendidikan nasional pada umumny. Manfaat penilaian antara lain:
a.       Memberi informasi
b.      Memberi umpan  balik
c.       Melakukan kegiatan bimbingan
d.      Menempatkan anak dalam kegiatan yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.
Pentingnya penilian bagi perkembangan anak TK: Penilaian digunakan sebagai acuan untuk mengambil keputusan. Melalui penilaian dapat diperkirakan seorang anak mengalami kesulitan belajar atau tidak.





KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
TEKNIK INSTRUMEN PENILAIAN DI TK

Pengamatan observasi, observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan selama kegiatan pembelajaran baik secara  langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan lembar observasi, catatan menyeleruh atau jurnal, dan rublik. Pengamatan merupakan proses pengumpulan data dengan menggunakan alat indra.
Menurut Diah (1996) dalam yus (2011) pengamatan dapat digunakan untuk 1. Menpelajari gejala-gejala, sifat-sifat, sifat, tingkah laku dan perkembangan kemampuan anak untuk mengenal pribadi anak, dan 2. Melihat perkembangan jasmani, intelektual , emosional dan sosial untuk menentukan langkah lebih lanjut kegiatan yang diperlakukan anak.
Observasi memiliki tujuan yang sangat penting dalam proses pembelajaran terutama dalam melakukan penilaian terhadap anak usia dini. Tujuan melakukan observasi adalah sebagai berikut:
1.      Mengidentifikasikan minat anak
2.      Membuat grafik tingkat perkembangan anak
3.      Berdasarkan pengetahuan mengenai perkembangan setiap anak akan membantu guru merencanakan kurikulum yang layak berdasarkan pada kebutuhan individu
4.      Mengetahui bagaiman kemajuan anak
5.      Membantu guru menilai pelaksanaan cara mengajarnya
6.      Memberikan info mengenai anak yang dapat didiskusikan dengan stakeholder terkait
7.      Jika di pandang dari sudut anak, maka observasi bertujuan untuk:
8.      Memahami apa yang dilakukan oleh anak
9.      Menginterpretasikan kebutuhan ank
1.  Memastikan keamanan anak
1.  Memonitor keamanan anak
1.  Menemukan cara-cara yang tepat untuk memperluas kemampuan anak
1.  Memahami lebih lanjut tentang cara belajar anak
1.  Menghargai cara-cara anak dalam memecahkan masalah, bersahabat dan sara anak melihat lingkungan sekitar
Penilaian dengan teknik wawancara adalah melalui teknik wawancara. Wawancar dengan anak-anak akan memberikan informasi tentang persepsi mereka terhadap masalah, ingatan mereka, perasan tentang diri dan kesan mereka terhadap situasi mereka dan hubungan mereka
Teknik penugasan  merupakan teknik penilaian berupa memberi tugas yang akan dikerjakan anak dalam waktu tertentu baik secara individu maupun kelompok baik secara mandiri maupun didampingi.
Unjuk kerja merupakan teknik penilaian yang melibatkan anak dalam bentuk pelaksanaan suatu aktifitas yang dapat di alami.dan HASIL KARYA, ANEKDOT, PORTOFOLIO.

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3
PENILAIAN ASPEK PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI

Penilaian merupakan proses pengukuran terhadap tahapan perkembangan anak yang dicapai sebagai hasil dari kegiatan belajar anak. Penilaian kegiatan belajar anak di PAUD mrnggunakan pendekatan penilaian autentik. Penilaian autentik merupakan penilaian proses dan hasil belajar untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi sikap (spiritul dan sosial).
Penilaian dilakukan secara sistematis, terukur, berkelanjutan, menyeluruh, yang mencakup pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak selama kurun waktu tertentu.
Pedoman penilain lampiran Permendikbud nomor 146 tahun 2014 menetapkan bahwa penilaian proses dan hasil kegiatan belajar PAUD adalah suatu proses mengumpulkan dan mengkaji berbagai informasi secara sistematis, terukur, berkelanjutan , serta menyeluruh tentang pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak selama kurun waktu tertentu.


KEGIATAN PEMBELAJARAN 4
PELAPORAN PENILAIAN PEMBELAJARAN DI TK

Penilaian pelaporan adalah kegiatan untuk menjelaskanketercapaian aspek-aspek pertumbuhan dan perkembangan yang telah dimiliki anak dalam waktu tertentu.
Bentuk nyata pelaporan adalah perkembangan belajar anak, maksudnya, hal-hal yang dikemukakan dalam laporan adalah perilaku dan kemampuan anak, Perilaku dan kemampuan tersebut menggambarkan ketercapaian dalam rentang pertumbuhan dan perkembangan anak yang diperoleh dari kegiatan pelaksanaan program yang diikuti anak.

Tujuan dan manfaat laporan hasil belajar, prinsip penilaian hasil belajar antara lain menekankan bahwa penilaian harus dilakukan secara terus menerus, berkesinambungan, dan objektif.

Pelaporan adalah kegiatan mengkomunikasikan hasil nilai tentang tingkat pencapaian perkembangan. Pelaporan berupa depkripsipertumbuhan pisik dan perkembangan kompetensi sikap, Pengetahuan, dan keterampilan anak.

Laporan perkembangan anak didik dibuat secara tertulis oleh guru. Penyampaian laporan dilakukan secara tatap muka sehingga dimungkinkan adanya hubungan informasi timbal balik antara pihak lembaga dengan orang tua.
Dalam kegiatan pelaksanaan ini hendaknya kerahasiaan data atau informasi dijaga, Artinya bahwa data atau informasi tentang anak didik hanya di informasikan dan di bicarakan dengan orang tua anak didik yang bersangkutan atau tenaga ahli dalam rangak bimbingan selanjutnya.

Pertumbuhan anak, Diuraikan catatan seluruh kemajuan pertumbuhan fisik anak meliputi berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, pancaindra, kesehatan secara umum,dan lain-lain

Perkembangan anak, catatan mengenai seluruh kemajuan perkembangan anak berdasarkan kompetensi yang dicapai anak meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Tata cara dalam penulisan laporan:
-menggunakan bahasa yang mudah di pahami
-memberikan informasi tentang tingkat pencapaian dan perkembangan hasil belajar anak secara nyata
-memberikan rekomendasi yang dapat dilakukan orang tua untuk mengembangkan kemampuan anak yang indikator perkembangan masih dalam taraf belum berkembang (BB) dan mulai berkembang (MB)
-laporan bersifat personal  (individual) yanga menggambarkan perilaku khusus anak di kelas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar