KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
KONSEP KOMUNIKASI EFEKTIF DI TK
1.
Pengertian
Komunikasi
Secara etimologis komunikasi
berasal dari bahasa latin yaitu cum, sebuah kata depan yang artinya dengan,atau
bersama dengan,dan kata units,sebuah kata bilangan yang berarti satu.Dua kata
tersebut membentuk kata benda comunio.yang dalam bahasa inggris disebut dengan
communion,yang berarti kebersamaan, persatuan, persekutuan gabungan, pergaulan,
atau hubungan karena untuk bercommunio diperlukan adanya usaha kerja, maka kata
itu di buat kata kerja communicate yang berarti membagi sesuatu dengan
seseorang.
Pengertian komunikasi secara
terminologis adalah”Proses pengiriman dan penerimaan pesan antara dua orang
atau diantara sekelompok kecil orang-orang, dengan beberapa elemen dan umpan
balik Effendy (2003:60).Dalam kamus besar bahasa indonesia, komunikasi
diartikan sebagai pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang
atau lebih sehingga pesan dimaksud dapat dipahami.
2.
Unsur-unsur
komunikasi
Mengartikan unsur sebagai bagian
bagian penting dalam satu hal, sedangakan komponen atau elemen berarti bagian
yang merupakan seutuhmya. Jadi yang di maksud dengan komponen atau unsur ialah
bagian dari keseluruhan dalam sesuatu hal.
3.
Tujuan
dan Fungsi komunikasi
Tujuan
dari komunikasi tersebut diantaranya:
a.Untuk
menyampaikan informasi
b.Untuk
menjalin Hubungan sosial yang harmonis
c.Menjalin
kerja sama
Adapun
fungsi komunikasi adalah sebagai berikut:
a.
Menyampaikan informasi
b.
Mendididk
c.
Menghibur
d.
Mempengaruh
4.
Jenis
Komunikasi
Secara
umum jenis komunikasi itu ada dua, yaitu: komunikasi verbal (lisan) dan
komunikasi non verbal (ekpresi wajah, isyarat, gerak tubuh, gambar atau symbol,
dan tulisan).
5.
Bentuk
Komunikasi
6.
Proses
Komunikasi
a.Komunikasi
sebagai tindakan satu arah
b.Komunikasi
sebagai interaksi
c.komunikasi
sebagai transaksi
7.
Membangun
komunikasi efektif
Komunikasi
yang efektif dapat diartikan sebagai penerimaan pesan oleh komunikator.
KEGIATAN
PEMBELAJARAN 2
KOMUNIKASI
GURU DENGAN PESERTA DIDIK ANAK USIA DINI
1.
Konsep
Komunikasi Guru dan Peserta Didik
Komunikasi
antara guru dengan peserta didik atau dari peserta didik adalah proses
penyampaian pesan dari guru terhadap peserta didik atau dari peserta didik
terhadap guru sehingga penerima pesan tersebut mengerti, memehami dan
menanggapinya dengan baik sesuai dengan yang di harapkan.
2.
Strategi
Komunikasi Antara guru dengan anak usia dini
Strategi
komunikasi merupakan rencana yang disusun dan ditetapkan utuk mencapai tujuan
dari komunikasi. Tujuan dari komunikasi adalah agar pesan yang disampaikan oleh
guru dapat diterima dan difahami oleh
anak.
3.
Bentuk
Pengembangan komunikasi Guru dan Peserta Didik
Komunikasi
efektif, empatik, dan santun bisa direncanakan dalam bentuk kegiatan secara
terprogram dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi
kebutuhan anak secara individual, kelompok, dan atau klasikal di dalam maupun
di luar kelas.
Bentuk
kegiatan secara terprogram, tidak hanya beriontasi pada pemenuhan kebutuhan
anak yang terkait dalam program pengembangan, melainkan juga penerimaan
anak terhadap program yang dikembangkan.
4.
Komunikasi
guru dan Peserta Didik dalam Pembelajaran di TK
a. Model pembelajaran
di TK
b. Pendekatan dalam
pembelajaran
c. Metode
pembelajaran di TK
1) Metode bermain
2) Metode karya wisata
3) Metode bercerita
4) Metode bercakap-cakap
5) Metode tanya jawab
6) Metode pemberian tugas
7) Metode proyek
8) Metode eksperimen
9) Metode demonstrsi
10) Metode sosiodrama atau bermain peran
11) Metode keteladanan
KEGIATAN
PEMBELAJARAN 3
KOMUNIKASI
GURU DAN ORANG TUA
1.
Pentingnya
komunikasi guru dan orang tua
Pada umumny komunikasi antara
sekolah dengan orang tua/wali merupakan salah satu realisasi dari akuntabilitas
sekolah. Jika guru gagal dalam menjaga komunikasi dengan orang tua tentang
kemajuan anak mereka di sekolah, maka kita akan kehilangan kesempatan untuk
membuat jembatan komunikasi antara orang tua dan guru terutama untuk memastikan
bahwa anak belajar secara efektif dan mendapatkan yang terbaik bagi pertumbuhan
dan perkembangan pribadi/karakter mereka.
2.
Hakikat
komunikasi guru dan orang tua
Komunikasi antara guru dengan
orang tua perlu dijalin secara terus menerus secara berkesinambungan agar
tujuan pendidikan bisa tercapai. Pada hakikatnya guru dan orang tua dalam
pendidikan yang mempunyai tujuan yang sama, yakni mengasuh, mendidik,
membimbing, membina, serta meminpin anak nya menjadi orang dewasa dan dapat
memperoleh kebahagian hidupnya dalam arti seluas-luasnya.
3.
Komunikasi
efektif guru dengan orang tua
Untuk
membangun komunikasi efektif dengan orang tua:
1)
Memberikan
pertanyaan untuk membantu mengklafikasi apa yg orng tua katakan
2)
Jangan
berasumsi bahwa anada telah mengerti,ringkas dan tunggu konfirmasinya
3)
Ingat,
pahami informasi yang tidak berarti
4)
Memiliki
keinginan untuk mendiskusikan pandangan yang berbeda
5)
Penting
memahami pespektif lain
6)
Terbuka
untuk berkompromi
7)
Menjauhi
penilain, pengambilan keputusan,dan tidak buru-buru
KEGIATAN
PEMBELAJARAN 4
MERANCANG
KEGIATAN PENGEMBANGAN NILAI MORAL DAN AGAMA
Program
pengembangan nilai agama dan moral merupakan salah satu muatan kurikulum
pendidikan anak usia dini. Program tersebut mencakup perwujudan untuk
mengembangkan prilaku baik yang bersumber nilai agama dan moral serta bersumber
dari kehidupan bermasyarakat dalam kontek bermain.
Sifat-sifat
pemahaman anak taman kanak-kanak pada nilai-nilai agama pada saat mengikuti
belajar mengajar:
1)
Unreflectif
sering menampilkan hal yang tidak serius,disebabkan tidak mampu memahami konsep
agama mendalam
2)
Egosentris
terkadang belum mampu bersikap bertindak konsisten
3)
Misunderstand
anak akan mengalami salah pengertian dalam memahami suatu ajaran agama yang
banya\k bersifat abstrak
4)
Verbalis
dan ritualis untuk mengembangkan nilai agama pada diri mereka dengan cara
memperkenalkanistilah, bacaan, dan ungkapan yang bersifat agamis
5)
Imitatif dari apa yang mereka lihat secara
langsung.mereka banyak meniru
Pengertian
moral, menurut suseno (1998) adalah ukuran baik buruknya seseorang, baik
sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat dan warga negara. Sedangkan
pendidikan moral adalah pendidikan untuk menjadikan anak manusia bermoral dan
manusiawi. Sedangkan menurut Ouska dan Whellan (1997) moral adalah prinsif
baik-buruk yang ada dan dalam diri individu seseorang. Dengan demikian , hasil
pembentukan sikap karakter anak pun dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu konsep
moral, sikap moral, dan perilaku moral. Orientasi moral position atau ketepatan
hati, yaitu sesuatu yang dimiliki seseorang terhadap suatu nilai moral yang
didasari oleh cognitive motivation asfect dan affective motivation aspects.
Menurut
Jhon dewey, tahapan perkembangan moral seseorang akan melewati 3 (tiga) fase,
yaitu premoral, conventiontal dan autonomous. Seseorang guru taman kanak-kanak
harus memperhatikan tahapan heteronomous karena pada tahapana ini anak masih
sangat labil, mudah terbawa arus, Dan mudah terpengaruh.
Metode
adalah cara yang teratur yang digunakan untuk melaksanakn suatu pekerjaan agar
tercapai hasil baik seperti yang di kehendaki (badudu-zain:1996:896). Dengan
demi kian metode berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan.
Ruang
lingkup pengembangan nilai agama dan moral yang tercantum pada peraturan
menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 137 tahun 2014 tentang standar tingkat pencapaian perkembangan anak (STPPA)
KEGIATAN
PEMBELAJARAN 5
MERANCANG
KEGIATAN PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL
Perkembangan
sosial anak berarti perolehan kemampuan berperilaku yang sesuai dengan tuntutan
sosial. Kemampuan anak menyesuaikan diri dalam lingkungan TK memerlukan tiga
proses yaitu : 1) belajar berperilaku yang dapat diterima secara sosial, 2)
memerankan peran sosial yang dapat diterima, 3) perkembangan sosial untuk
bergaul dengan baik.
Keterampilan-keterampilan
sosial yang harus dimiliki anak TK adalah:
A.
Kemampuan
dalam menjalani hubungan dengan orang lain
B.
Kemampuan
melakukan kegiatan bermain dan menggunakan waktu luang
C.
Kemampuan
anak mengatasi situasi sosial yang dihadapi
Beberapa
metode pengembangan sosial yang dapat dilakukan guru TK antara lain;
A.
Pengelompokan
anak
B.
Modeling
dan imitating
C.
Belajar
berbagi
Pengertian
perkembangan emosional anak TK,emosi merupakan aplikasi energi dari berpikir
dan bertindak (Goleman, 1995:154). Kebahagian, marah, takut, cemas, dan respon
emosi lainnya merupakan perbuatan yang dilakukan anak-anak akibat ketidak
puasan atau kepuasan terhadap hidupnya.
Dalam
proses perkembangan emosi anak usia TK, guru dapat melakukan beberapa metode
pembelajaran sebagai berikut (Nugraha, 2008:13)
1)
Bernyanyi
dan bermain musik
2)
Bermain
peran
3)
Permainan
hand puppet (boneka tangan)
4)
Latihan
relaksasi dan meditasi dengan musik
5)
Bercerita
Pengertian
emosional melalui kegiatan spontan, Pembelajaran bersifat konstektual dan
dinamis, apabila jika sasaran pembelajaran adalah anak TK. Karakteristik anak
yang masih rendah konsentrasinya, Bersifat spontan, egosentris, dan masih labil
emosi, serta masih terbatas keterampilan sosialnya akan menjadikan pembelajaran
mereka menjadi sangat tinggi dinamikanya.
Tujuan
dari kegiatan spontan adalah untuk lebih meningkatkan apresiasi anak terhadap
nilai-nilai yang terkandung dalam bidang pengembangan emosional karena
disajiakn dengan kejadian sangat nyata dan dinikmati oleh anak.
KEGIATAN
PEMBELAJARAN 1
Pengertian
Brewer dalam Patmonodewo (2003:113) penilaian adalah penggunaan sistem evaluasi
yang bersifat komprehensif (menyeluruh) untuk menentukan kualitas dari suatu
program atau kemajuan dari seseorang anak meliputi perkembangan nilai agama dan
moral , fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, dan perkembangan
seni. Permendikbud RI Nomor 146 Tahun
2014 tentang kurikulum 2013 pendidikan anak usia dini menyatakan bahwa
penilaian merupakan proses pengumpulan dan pengolaan informasi untuk mengukur
capaian kegiatan belajar anak.
Penilaian
tidak hanya mengukur apa yang diketahui oleh anak, tetapi lebih menekankan
mengukur apa yang dapat dilakukan oleh anak.
Penilaian
autentik didefinisikan sebagai proses evaluasi untuk mengukur kinerja,
p;restasi, motivasi, dan sikap-sikap anak pada aktifitas yang relevan dalam
pembelajaran.
Prinsip
Penilaian di TK permendikbud No. 146 kurikulum PAUD lampiran V menyatakan bahwa
penilaian proses dan hasil belajar anak di PAUD berdasarkan pada
prinsip-prinsip sebagai berikut.
a.
Mendidik
b.
Berkesinambungan
c.
Objektif
d.
Akuntabel
e.
Transparan
f.
Sistematis
g.
Menyeluruh
h.
Bermakna
Manfaat
Penilaian di TK, Penilaian di TK bermanfaat untuk mengetahui tingkat
perkembangan anak yang di capai selama proses belajar dilakukan, apakah seluruh
aspek perkembangan anak berkembang dengan baik atau tidak, guna untuk mencapai
tujuan pembelajaran dan pendidikan nasional pada umumny. Manfaat penilaian
antara lain:
a.
Memberi
informasi
b.
Memberi
umpan balik
c.
Melakukan
kegiatan bimbingan
d.
Menempatkan
anak dalam kegiatan yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.
Pentingnya
penilian bagi perkembangan anak TK: Penilaian digunakan sebagai acuan untuk
mengambil keputusan. Melalui penilaian dapat diperkirakan seorang anak
mengalami kesulitan belajar atau tidak.
KEGIATAN
PEMBELAJARAN 2
TEKNIK
INSTRUMEN PENILAIAN DI TK
Pengamatan observasi,
observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan selama kegiatan
pembelajaran baik secara langsung maupun
tidak langsung dengan menggunakan lembar observasi, catatan menyeleruh atau
jurnal, dan rublik. Pengamatan merupakan proses pengumpulan data dengan
menggunakan alat indra.
Menurut Diah (1996)
dalam yus (2011) pengamatan dapat digunakan untuk 1. Menpelajari gejala-gejala,
sifat-sifat, sifat, tingkah laku dan perkembangan kemampuan anak untuk mengenal
pribadi anak, dan 2. Melihat perkembangan jasmani, intelektual , emosional dan
sosial untuk menentukan langkah lebih lanjut kegiatan yang diperlakukan anak.
Observasi memiliki
tujuan yang sangat penting dalam proses pembelajaran terutama dalam melakukan
penilaian terhadap anak usia dini. Tujuan melakukan observasi adalah sebagai
berikut:
1. Mengidentifikasikan
minat anak
2. Membuat
grafik tingkat perkembangan anak
3. Berdasarkan
pengetahuan mengenai perkembangan setiap anak akan membantu guru merencanakan
kurikulum yang layak berdasarkan pada kebutuhan individu
4. Mengetahui
bagaiman kemajuan anak
5. Membantu
guru menilai pelaksanaan cara mengajarnya
6. Memberikan
info mengenai anak yang dapat didiskusikan dengan stakeholder terkait
7. Jika
di pandang dari sudut anak, maka observasi bertujuan untuk:
8. Memahami
apa yang dilakukan oleh anak
9. Menginterpretasikan
kebutuhan ank
1. Memastikan
keamanan anak
1. Memonitor
keamanan anak
1. Menemukan
cara-cara yang tepat untuk memperluas kemampuan anak
1. Memahami
lebih lanjut tentang cara belajar anak
1. Menghargai
cara-cara anak dalam memecahkan masalah, bersahabat dan sara anak melihat
lingkungan sekitar
Penilaian dengan teknik
wawancara adalah melalui teknik wawancara. Wawancar dengan anak-anak akan
memberikan informasi tentang persepsi mereka terhadap masalah, ingatan mereka,
perasan tentang diri dan kesan mereka terhadap situasi mereka dan hubungan
mereka
Teknik penugasan merupakan teknik penilaian berupa memberi
tugas yang akan dikerjakan anak dalam waktu tertentu baik secara individu
maupun kelompok baik secara mandiri maupun didampingi.
Unjuk kerja merupakan
teknik penilaian yang melibatkan anak dalam bentuk pelaksanaan suatu aktifitas
yang dapat di alami.dan HASIL KARYA, ANEKDOT, PORTOFOLIO.
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3
PENILAIAN ASPEK PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI
Penilaian merupakan
proses pengukuran terhadap tahapan perkembangan anak yang dicapai sebagai hasil
dari kegiatan belajar anak. Penilaian kegiatan belajar anak di PAUD mrnggunakan
pendekatan penilaian autentik. Penilaian autentik merupakan penilaian proses
dan hasil belajar untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi sikap (spiritul
dan sosial).
Penilaian dilakukan
secara sistematis, terukur, berkelanjutan, menyeluruh, yang mencakup
pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak selama kurun waktu
tertentu.
Pedoman penilain
lampiran Permendikbud nomor 146 tahun 2014 menetapkan bahwa penilaian proses
dan hasil kegiatan belajar PAUD adalah suatu proses mengumpulkan dan mengkaji
berbagai informasi secara sistematis, terukur, berkelanjutan , serta menyeluruh
tentang pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak selama kurun
waktu tertentu.
KEGIATAN
PEMBELAJARAN 4
PELAPORAN
PENILAIAN PEMBELAJARAN DI TK
Penilaian pelaporan adalah
kegiatan untuk menjelaskanketercapaian aspek-aspek pertumbuhan dan perkembangan
yang telah dimiliki anak dalam waktu tertentu.
Bentuk nyata pelaporan adalah
perkembangan belajar anak, maksudnya, hal-hal yang dikemukakan dalam laporan
adalah perilaku dan kemampuan anak, Perilaku dan kemampuan tersebut
menggambarkan ketercapaian dalam rentang pertumbuhan dan perkembangan anak yang
diperoleh dari kegiatan pelaksanaan program yang diikuti anak.
Tujuan dan manfaat laporan hasil
belajar, prinsip penilaian hasil belajar antara lain menekankan bahwa penilaian
harus dilakukan secara terus menerus, berkesinambungan, dan objektif.
Pelaporan adalah kegiatan
mengkomunikasikan hasil nilai tentang tingkat pencapaian perkembangan.
Pelaporan berupa depkripsipertumbuhan pisik dan perkembangan kompetensi sikap,
Pengetahuan, dan keterampilan anak.
Laporan perkembangan anak didik
dibuat secara tertulis oleh guru. Penyampaian laporan dilakukan secara tatap
muka sehingga dimungkinkan adanya hubungan informasi timbal balik antara pihak
lembaga dengan orang tua.
Dalam kegiatan pelaksanaan ini
hendaknya kerahasiaan data atau informasi dijaga, Artinya bahwa data atau
informasi tentang anak didik hanya di informasikan dan di bicarakan dengan
orang tua anak didik yang bersangkutan atau tenaga ahli dalam rangak bimbingan
selanjutnya.
Pertumbuhan anak, Diuraikan
catatan seluruh kemajuan pertumbuhan fisik anak meliputi berat badan, tinggi
badan, lingkar kepala, pancaindra, kesehatan secara umum,dan lain-lain
Perkembangan anak, catatan
mengenai seluruh kemajuan perkembangan anak berdasarkan kompetensi yang dicapai
anak meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Tata
cara dalam penulisan laporan:
-menggunakan bahasa yang mudah di
pahami
-memberikan informasi tentang
tingkat pencapaian dan perkembangan hasil belajar anak secara nyata
-memberikan rekomendasi yang
dapat dilakukan orang tua untuk mengembangkan kemampuan anak yang indikator
perkembangan masih dalam taraf belum berkembang (BB) dan mulai berkembang (MB)
-laporan
bersifat personal (individual) yanga
menggambarkan perilaku khusus anak di kelas.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar